Wednesday, January 5, 2011

Hafiz حافظ Ghazal 239:Jangan mengeluh dengan kesusahan di jalan ini


Berita baik, musim semi meringkik dan hijau rerumputan
selamat tinggal pepohonan dan layanlah bunga-bunga seperti ratu.
Burung-burung bersiul, bernyanyi di manakah burung penyelam wain itu?
Merbah menangis, siapa yang melukis pemandangan berbunga ini?
Buahan Syurgawi terasa tawar buat dia
yang tidak pernah melihat wajah kekasihnya.
Jangan mengeluh dengan kesusahan di jalan ini
keselesaan datang dari menahan kelucahan.
Petiklah bunga dari rupa pembawanya
keunguan mengelilingi wajah hijau rerumputan.
Dalam keadaan tertentu, si pembawa itu telah mencuri hatiku
bahkan perbualan-perbualan aku hinakan.
Aku akan membakar jubah berbunga berwarna-warni, yang
tak boleh dibersih Si Tuan Punya Kedai Arak dengan wain.
Wahai Kecantikan yang satu, perhatikan maksudku, telah pergi musim bunga,
Wain ini, Hafiz, langsung tak berpeluang untuk mengutipnya.

terima kasih sumber:
http://www.hafizonlove.com/divan/05/239.htm

Good news, spring is neigh and grass is green
Leave the trees and treat flowers like a queen.
Birds whistle, singing where is loon of the wine?
The nightingale cries, who painted this flowery scene?
Fruits of Paradise are tasteless for the one
Whom the face of a lover has never seen.
Complain not of the hardships on the path
Comfort comes from enduring the obscene.
Pick a flower from the face of the bearer
Violets encircle the face of the grassy green.
The bearer has stolen my heart in a way
That even conversations I now demean.
I will burn my colorful flowery robe, which
The Tavern Master with wine could not clean.
O Fair one, spring is gone, take note I mean
This wine, Hafiz, has not had a chance to glean.

Shahriar Shahriari
Los Angeles, Ca
January 31, 2000

No comments:

Post a Comment